infokotamedan.com , Medan – Lima tahun terakhir, Batik begitu populer di tengah
masyarakat Indonesia, terlebih ketika Negara Malaysia berusaha mengukuhkan
Batik sebagai warisan budaya mereka, masyarakatpun begitu berkobar rasa
nasionalismenya. Perjuangan tidak sia-sia, akhirnya Batik ditetapkan sebagai
Warisan Budaya Dunia dari Indonesia
oleh UNESCO.
Tidak
seperti dulu, saat ini Batik tidak hanya digunakan pada saat resmi, tetapi dipakai sebagai busana casual oleh para anak muda. Saat ini Batik juga banyak dipakai sebagai seragam dinas, baik itu di lingkungan pemerintahan
maupun swasta. Seiring dengan kepopuleran Batik, dua tahun terakhir,
bermunculanlah Batik yang bukan hanya motif Jawa, seperti yang selama ini kita
kenal. Sekarang bisa kita dapatkan Batik Motif Papua, Jambi, dll. Untuk
mendapatkan Batik motif Nusantara, silahkan berkunjung ke Pusat Penjualan Batik
Indonesia,
di Thamrin City Mall, Tanah Abang.
Ternyata,
Batik Motif Medan ada juga lho. Saat ini, satu-satunya Home Industri Batik
Medan ada di daerah Tembung, Medan. Tim infokotamedan.com pun berhasil berkunjung dan
mewawancarai pemiliknya.
“Home
Industri Batik Medan ini sudah berjalan hampir 3 tahun. Adalah Ibu Nur Cahaya
Nasution, pernah mengikuti pelatihan membatik yang diadakan oleh Dinas
Perindustrian kota Medan. Pada saat pelatihan, sebetulnya ada
beberapa peserta, tetapi kemudian yang akhirnya terjun ke bisnis Batik ini
hanyalah ibu mertua saya”, demikian terang Pak Edi. Sayang pada saat ke sana, kebetulan Ibu Nur
Cahaya Nasution tidak ada di tempat.
Batik
diproduksi di 2 buah ruangan, persis di kiri-kanan sebelah rumah Pak Edi, di
Jl. Bersama, Gang Musyawarah No 2, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. Sebagian
besar bahan baku dan peralatan produksi harus
didatangkan dari Jawa, yaitu canting, lilin, zat warna dan cap karena memang di Medan tidak ada. Batik yang siap jual,
dipajang di rumah ini juga.
Batik
yang diproduksi adalah dengan proses Tulis atau Batik Tulis dan Batik Cap (cap
dari bahan tembaga dengan motif batik). Motif yang dibuat tidak hanya
motif Medan, tetapi juga motif Karo,
motif Samosir (sigale-gale), motif Nias atau bisa juga dikatakan memproduksi
Batik motif Sumatera Utara.
Per
lembar kain, sepanjang 4 meter, untuk Batik Cap dihargai paling murah Rp. 75.000,-
.
“Ya,
memang harus diakui cukup mahal dibanding Batik motif Jawa dengan jenis kain yang sama, karena peralatan dan
bahan baku yang
didatangkan dari Jawa, mempengaruhi modal produksi”, jelas Pak Edi.
Ada juga Batik yang dijual sudah dalam bentuk
pakaian jadi.
Batik
Tulis pastinya lebih mahal dengan harga sangat bervariasi, tergantung dari
kerumitan motif.
Home
Industri ini menerima pesanan untuk seragam atau jumlah besar. Selama hampir 3
tahun berjalan, pernah beberapa kali menerima order untuk seragam instansi
pemerintah daerah maupun swasta.
Di
sini tidak hanya memproduksi Batik, tapi juga mengadakan pelatihan membatik,
yang dipimpin langsung oleh Ibu Nur Nasution. Menerima pelatihan sendiri atau secara berkelompok.
Untuk
Anda yang ingin memiliki Batik Medan atau ingin belajar membatik, bisa langsung
berkunjung ke sini atau dengan terlebih dahulu menghubungi Ibu Nur Cahaya
Nasution di nomor HP 0813 9622 2169 atau Bapak Edi di nomor HP 0813 7052 8030
*infokotamedan.com

Untuk membantu program pemerintah dalam meningkatkan usaha rumah tangga atau home industry serta usaha kerajinan tangan khususnya daerah Medan dan sekitarnya, maka Iklan Sumut memberikan kesempatan pemasangan iklan premium dan pembuatan blog gratis (di blogspot atau di wordpress).
BalasHapusSilahkan kirimkan data-data usaha Anda ke iklansumut@ymail.com atau silahkan hubungi 085270205050.
Admin kami akan segera memproses data usaha Anda.