Kamis, 15 September 2011

Home Industri Batik Medan




infokotamedan.com , Medan – Lima tahun terakhir, Batik begitu populer di tengah masyarakat Indonesia, terlebih ketika Negara Malaysia berusaha mengukuhkan Batik sebagai warisan budaya mereka, masyarakatpun begitu berkobar rasa nasionalismenya. Perjuangan tidak sia-sia, akhirnya Batik ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia dari Indonesia oleh UNESCO.

Tidak seperti dulu, saat ini Batik tidak hanya digunakan pada saat resmi, tetapi dipakai sebagai busana casual oleh para anak muda. Saat ini Batik juga banyak dipakai sebagai seragam dinas, baik itu di lingkungan pemerintahan maupun swasta. Seiring dengan kepopuleran Batik, dua tahun terakhir, bermunculanlah Batik yang bukan hanya motif Jawa, seperti yang selama ini kita kenal. Sekarang bisa kita dapatkan Batik Motif Papua, Jambi, dll. Untuk mendapatkan Batik motif Nusantara, silahkan berkunjung ke Pusat Penjualan Batik Indonesia, di Thamrin City Mall, Tanah Abang.

Ternyata, Batik Motif Medan ada juga lho. Saat ini, satu-satunya Home Industri Batik Medan ada di daerah Tembung, Medan. Tim infokotamedan.com pun berhasil berkunjung dan mewawancarai pemiliknya.

“Home Industri Batik Medan ini sudah berjalan hampir 3 tahun. Adalah Ibu Nur Cahaya Nasution, pernah mengikuti pelatihan membatik yang diadakan oleh Dinas Perindustrian kota Medan. Pada saat pelatihan, sebetulnya ada beberapa peserta, tetapi kemudian yang akhirnya terjun ke bisnis Batik ini hanyalah ibu mertua saya”, demikian terang Pak Edi. Sayang pada saat ke sana, kebetulan Ibu Nur Cahaya Nasution tidak ada di tempat.

Batik diproduksi di 2 buah ruangan, persis di kiri-kanan sebelah rumah Pak Edi, di Jl. Bersama, Gang Musyawarah No 2, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. Sebagian besar bahan baku dan peralatan produksi harus didatangkan dari Jawa, yaitu canting, lilin, zat warna dan cap  karena memang di Medan tidak ada. Batik yang siap jual, dipajang di rumah ini juga.


Batik yang diproduksi adalah dengan proses Tulis atau Batik Tulis dan Batik Cap (cap dari bahan tembaga dengan motif batik). Motif yang dibuat tidak hanya motif  Medan, tetapi juga motif Karo, motif Samosir (sigale-gale), motif Nias atau bisa juga dikatakan memproduksi Batik motif Sumatera Utara.


Per lembar kain, sepanjang 4 meter, untuk Batik Cap dihargai paling murah Rp. 75.000,- .
“Ya, memang harus diakui cukup mahal dibanding Batik motif Jawa dengan  jenis kain yang sama, karena peralatan dan bahan baku yang didatangkan dari Jawa, mempengaruhi modal produksi”, jelas Pak Edi.
Ada juga Batik yang dijual sudah dalam bentuk pakaian jadi.

Batik Tulis pastinya lebih mahal dengan harga sangat bervariasi, tergantung dari kerumitan motif.

Home Industri ini menerima pesanan untuk seragam atau jumlah besar. Selama hampir 3 tahun berjalan, pernah beberapa kali menerima order untuk seragam instansi pemerintah daerah maupun swasta.

Di sini tidak hanya memproduksi Batik, tapi juga mengadakan pelatihan membatik, yang dipimpin langsung oleh Ibu Nur Nasution.  Menerima pelatihan sendiri atau secara berkelompok.

Untuk Anda yang ingin memiliki Batik Medan atau ingin belajar membatik, bisa langsung berkunjung ke sini atau dengan terlebih dahulu menghubungi Ibu Nur Cahaya Nasution di nomor HP 0813 9622 2169 atau Bapak Edi di nomor HP 0813 7052 8030 

*infokotamedan.com

1 komentar:

  1. Untuk membantu program pemerintah dalam meningkatkan usaha rumah tangga atau home industry serta usaha kerajinan tangan khususnya daerah Medan dan sekitarnya, maka Iklan Sumut memberikan kesempatan pemasangan iklan premium dan pembuatan blog gratis (di blogspot atau di wordpress).

    Silahkan kirimkan data-data usaha Anda ke iklansumut@ymail.com atau silahkan hubungi 085270205050.

    Admin kami akan segera memproses data usaha Anda.

    BalasHapus