Selasa, 13 September 2011

UI Mogok Kegiatan Belajar-Mengajar

JAKARTA--MICOM: Ancaman mogok kuliah yang diserukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia ternyata benar-benar dilakukan. Tidak hanya mahasiswa yang mogok belajar, sejumlah dosen pun ikut mogok.

"Imbauan mogok datang dari BEM, kemarin, yang 100 % mogok FK, FE kira-kira 80%, lain-lain terserah kesepakatan pengajar dan mahasiswa," kata salah satu dosen FISIP UI, Effendi Gazali, kepada Mediaindonesia.com, Jakarta, Selasa (13/9).

Ia mengatakan dirinya dan rekannya di FISIP, Tamrin Amal Tomagola, ikut dalam mogok tersebut.

"Saya mogok dengan persetujuan dari mahasiswa. Saya kasih seorang asisten (untuk mengajar). Mahasiswa tetap mengisi absen tapi saya tidak isi absen supaya saya tidak makan gaji dari uang rektorat yang diatur seenak perutnya," kata Effendi.

Ia menegaskan jika yang menyerukan mogok adalah BEM universitas dan bukan fakultas.

Sebelumnya, Senin (12/9), sejumlah mahasiswa bersama dosen-dosennya mengadakan pertemuan bertajuk 'Beber Fakta' di Fakultas Ilmu Komputer UI.

Dalam pertemuan tersebut, BEM membeberkan mengenai penggunaan dana kampus oleh Rektor UI Gumilar R Soemantri untuk biaya wawancara di sebuah majalah serta biaya pakan anjing dan ikan di rumah dinasnya.

Berdasarkan bukti yang ditunjukan, dana tersebut diduga diambil dari alokasi dana pos umum dan bukan dari gaji rektor. (*/OL-10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar