JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, menyatakan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perombakan (reshuffle)
kabinet Indonesia Bersatu II. Selain usia kabinet yang kini hampir dua
tahun lagi, kinerja menteri yang belum optimal dan harus ditingkatkan,
juga masalah bangsa yang harus segera diselesaikan.
"Jadi, waktunya sekarang adalah waktu yang tepat," tandas Mubarok saat dihubungi Kompas, di Jakarta, Jumat (9/9/2011) siang ini.
Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebenarnya ingin melakukan perombakan kabinet sejak tahun lalu, akan tetapi hingga kini belum jadi.
"Selain masih ada sejumlah masalah sehingga waktunya dinilai belum tepat, Presiden Yudhoyono juga tidak mau dipaksa-paksa atau diatur-atur. Sebab, reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden," tambah Mubarok.
Ia menjelaskan, saat ini memang ada pihak-pihak di luar pemerintah yang menginginkan pemerintahan berjalan baik. dan mendesak Presiden segara melakukan perombakan kabinet. "Saya kira, Presiden jangan selalu berpikir akomodatif untuk merombaknya, akan tetapi berpikir profesional saja bagi kepentingan dan kebaikan sisa pemerintahan yang tiga tahun lagi," lanjut Mubarok.
Ia mengakui, jika perombakan kabinet tidak segera dilakukan, beban Presiden Yudhoyono semakin berat.
"Karena, kan, Presiden Yudhoyono yang harus bertanggung jawab. Konsentrasi Presiden jadi terganggu," demikian Mubarok.
Dalam catatan Kompas, Mubarok pernah mengatakan bahwa Presiden Yudhoyono baru akan melakukan perombakan kabinet, jika situasi politik dalam negeri tenang dan tidak terjadi peristiwa-peristiwa politik yang mengganggu konsentrasinya.
Apakah habis Lebaran ini Pak? "Saya tidak tahu, Presiden, kan, tidak pernah mau membocorkannya," ujar Mubarok lagi.
"Jadi, waktunya sekarang adalah waktu yang tepat," tandas Mubarok saat dihubungi Kompas, di Jakarta, Jumat (9/9/2011) siang ini.
Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebenarnya ingin melakukan perombakan kabinet sejak tahun lalu, akan tetapi hingga kini belum jadi.
"Selain masih ada sejumlah masalah sehingga waktunya dinilai belum tepat, Presiden Yudhoyono juga tidak mau dipaksa-paksa atau diatur-atur. Sebab, reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Presiden," tambah Mubarok.
Ia menjelaskan, saat ini memang ada pihak-pihak di luar pemerintah yang menginginkan pemerintahan berjalan baik. dan mendesak Presiden segara melakukan perombakan kabinet. "Saya kira, Presiden jangan selalu berpikir akomodatif untuk merombaknya, akan tetapi berpikir profesional saja bagi kepentingan dan kebaikan sisa pemerintahan yang tiga tahun lagi," lanjut Mubarok.
Ia mengakui, jika perombakan kabinet tidak segera dilakukan, beban Presiden Yudhoyono semakin berat.
"Karena, kan, Presiden Yudhoyono yang harus bertanggung jawab. Konsentrasi Presiden jadi terganggu," demikian Mubarok.
Dalam catatan Kompas, Mubarok pernah mengatakan bahwa Presiden Yudhoyono baru akan melakukan perombakan kabinet, jika situasi politik dalam negeri tenang dan tidak terjadi peristiwa-peristiwa politik yang mengganggu konsentrasinya.
Apakah habis Lebaran ini Pak? "Saya tidak tahu, Presiden, kan, tidak pernah mau membocorkannya," ujar Mubarok lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar