Jumat, 02 September 2011

DKI Jakarta Akan Gelar Operasi Yustisi

Liputan6.com, Jakarta: Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) rutin dilakukan usai mudik Lebaran. Begitu pula pada tahun ini, Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta akan menggelar Operasi Yustisi.

Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Utara, Edison Sianturi saat dihubungi pada Jumat (2/9) mengatakan, untuk mengantisipasi masuknya pendatang baru usai lebaran, pihaknya akan melakukan operasi yustisi serentak pada H+14, tepatnya tanggal 13 September 2011.

Pasca lebaran, kata dia, pedatang baru yang tak punya ketrampilan kerja menjadi masalah yang rutin dihadapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"OYK akan dilakukan di wilayah Cilincing, Koja dan Penjaringan. Tiga wilayah ini merupakan kantong urbanisasi," ujar Edison.

Operasi kependudukan dilakukan ke rumah-rumah warga yang menjadi tempat pendatang baru untuk mengadu nasib di Jakarta.

Lokasi pertama yang akan dilakukan razia kependudukan adalah wilayah Penjaringan. Menurut Edison, wilayah tersebut setiap tahun pendatang baru meningkat. "Tercatat saat ini jumlah penduduk wilayah Jakarta Utara mencapai 1.6 juta jiwa. Mereka yang mudik lebaran diprediksi mencapai 460 ribu jiwa. Namun dalam catatan kependudukan, 200 ribu orang yang tinggal di Jakarta Utara tidak memiliki KTP," ungkap Edison.

Dikatakan Edison, pada dasarnya Pemprov DKI Jakarta tidak melarang warga manapun untuk datang ke DKI, tapi mereka harus memiliki kejelasan identitas dan dibekali kemampuan yang mencukupi.

Mereka yang datang ke Jakarta, tanpa memiliki KTP DKI akan dikenakan denda. Sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil, mereka yang kedapatan tidak memiliki identitas untuk tinggal dapat diancam sanksi kurungan maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp 5 juta.

Menurut Edison, ketiga wilayah itu menjadi lokasi OYK, karena di dekat wilayah tersebut terdapat pabrik maupun home industry. "Mereka datang ke Jakarta biasanya diajak oleh temannya maupun saudara mereka yang bekerja di garmen," ujar Edison. (ANT/MEL)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar