INILAH.COM, Bandung - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar mengimbau pedagang oleh oleh khas Jabar di Kota Bandung, mengemas produknya dalam ukuran kecil dan memberikan label perusahaannya.
Pasalnya, disinyalir produk makanan khas Jabar tersebut diklaim masyarakat Johor Malaysia sebagai makanan khas kawasan tersebut.
"Memang saya belum membuktikan sendiri. Di sana dijual dengan menyebutkan makanan khas Johor, padahal khas Jabar dan berasal dari Pasar Kosambi di Kota Bandung. Ada juga beberapa pihak dari Indonesia yang sempat ke Johor menemukan hal itu, seperti keripik singkong yang sama persis dengan makanan di Jabar," tutur Kadisparbud Jabar Herdiwan Iing Suranta di kantornya Jalan RE Martadinata Kota Bandung, Kamis (15/9/2011).
Herdiwan berharap pedagang jangan terlalu senang jika banyak warga Malaysia yang memborong oleh oleh dalam besar dengan harga tinggi. Tapi harus menjualnya dalam kemasan kecil sehingga hanya sebagai oleh-oleh, tidak untuk dijual lagi yang akhirnya diklaim bangsa lain.
"Bukan tidak boleh menjual makanan tersebut, tetapi harus berani pertahankan bahwa itu makanan khas Jabar dengan kemasan kecil," imbuhnya. Herdiwan berjanji akan melakukan peninjauan langsung ke Johor Malaysia, untuk membuktikan kebenaran hal tersebut.[den]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar