infokotamedan.com -
Beredar kabar pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel
Injil Sepuluh (GBIS) Kepunton, Solo, sempat menitipkan tas kepada
penjaga warnet. Polisi pun mengecek kebenaran kabar tersebut.
"Saya belum dapat laporannya. Kita masih cek, masih selidiki semuanya. Saksi-saksi juga masih kita periksa," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djihartono saat dihubungi detikcom, Minggu (25/9/2011).
Kabar yang beredar menyebut pria yang diduga pelaku bom bunuh diri itu sempat pergi ke warnet, tak jauh dari gereja yang menjadi target. Dia lantas menitipkan tas berisi Alquran, sarung, masker, balsem dan charger HP. Pria itu datang dua kali ke warnet dengan nama yang berbeda.
Menko Polhukam Djoko Suyanto memastikan ada 2 orang tewas dalam peristiwa itu. Satu orang tewas adalah pria yang diduga pelaku bom bunuh diri sedangkan satu lainnya merupakan korban peledakan yang meninggal di RS.
Menurut Sekretaris PMI Solo Sumartono Hadinoto, tak kurang dari 22 orang mengalami luka-luka. Polisi menduga bom yang digunakan berjenis low explosive.
sumber: detik.com
"Saya belum dapat laporannya. Kita masih cek, masih selidiki semuanya. Saksi-saksi juga masih kita periksa," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djihartono saat dihubungi detikcom, Minggu (25/9/2011).
Kabar yang beredar menyebut pria yang diduga pelaku bom bunuh diri itu sempat pergi ke warnet, tak jauh dari gereja yang menjadi target. Dia lantas menitipkan tas berisi Alquran, sarung, masker, balsem dan charger HP. Pria itu datang dua kali ke warnet dengan nama yang berbeda.
Menko Polhukam Djoko Suyanto memastikan ada 2 orang tewas dalam peristiwa itu. Satu orang tewas adalah pria yang diduga pelaku bom bunuh diri sedangkan satu lainnya merupakan korban peledakan yang meninggal di RS.
Menurut Sekretaris PMI Solo Sumartono Hadinoto, tak kurang dari 22 orang mengalami luka-luka. Polisi menduga bom yang digunakan berjenis low explosive.
sumber: detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar